Showing posts with label resensi buku. Show all posts
Showing posts with label resensi buku. Show all posts

Monday, November 02, 2015

, , ,

Kisah Klasik dan Oleh-oleh dari Jerman

Sabtu hingga Minggu (31 Oktober - 1 November) gw kembali bisa berkumpul dengan sohib-sohib gw semasa kuliah yaitu Nana dan Dian.

Friend Till the End :)

Yang spesial dari pertemuan kali ini adalah, merayakan kembalinya Nana dari Jerman setelah setahun meninggalkan Tanah Air. Sabtu itu gw masih kerja, jadi gw gabung belakangan dengan mereka sedangkan Nana sudah di Jogja sejak hari Jumat.

Kami bertiga berkumpul dan menginap di kos Dian yang terletak di daerah jalan Solo-Jogja. Berbagai cerita mulai mengalir, dari yang normal sampai yang abnormal.. dan FYI, percakapan normal kami tidak se-normal orang kebanyakan wakakaka!!

Nana membawakan beberapa oleh-oleh dari Jerman, Komik Donal Bebek aseli berbahasa Jerman terbitan tahun 1984, Cokelat, dan parfume. Yuk cek fotonya dibawah ini!!

Cover Donal Bebek versi Jerman

Sebagian isi yang berbahasa Jerman
 Komik ini Full-color loh!!
Di cover tertulis bahwa komik ini adalah nomer 300 dengan harga DM 3,40 (DM adalah singkatan dari Deutsche Mark yaitu mata uang Jerman lama yang sekarang sudah digantikan dengan Euro)
beberapa karakter di dalam bahasa Jerman banyak yang gw baru tahu loh bagaimana mereka dipanggil..
contohnya nih :
1. Kwik, Kwek, Kwak = Tick, Trick, Track
2. Paman Gober = Onkel Dagobert
3. Kiki dan Koko (Chip dan Dale) = Ahörnchen und Behörnchen (hayo loh nggak ngerti pasti cara mengucapkannya hahaha!)
4. Gerombolan Siberat = die Panzerknacker
5. Profesor Lang Ling Lung = Daniel Düsentrieb 
dan masih banyak karakter lainnya. 





 Cokelatnya saat dibawa pulang ke Indonesia jadi meleleh, sehingga sebelum dimakan harus dmasukkan ke kulkas dulu hihi..





Parfumnya feminine banget harumnya hihi,, jarang-jarang nih gw bisa punya parfum aroma wanita (biasanya pake parfum cowok sih biar macho *plak)
Dengan botol mungil yang berbentuk lekukan tubuh perempuan ini, wanginya ala-ala orang Barat nih.. nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi kalo mencium aromanya, pasti bakal kebayang sesosok orang Eropah.. hihihi


Naahh pada malam harinya, kami bertiga nongkrong di Egois Cafe yang terletak di jalan Selokan Mataram. Kami memilih untuk stay di lantai 2 karena tempatnya sepi sehingga lebih bebas.
Gelap, tapi kami masih terlihat manis ckikikikiki
Ngobrol ngalor ngidul, berbagi kisah, berbagi nasihat, berbagi masukan, dan gosipin orang2.. ckakaka! *dhuakkk

Keesokan paginya, kami sarapan di Soto langganan daerah Samirono.
Soto kesukaan niiihh
 waktu terasa sangat cepat berlalu, walaupun sebenarnya masih pingin bersama mereka, tetapi Senin gw harus kembali bekerja, Dian harus kembali dengan kesibukan Kuliahnya, dan Nana dengan Les private nya..

Sampai tua nanti, kami tetap bisa meluangkan waktu barang sehari-dua hari untuk bertemu, melihat perkembangan kami tumbuh bersama dalam 7 tahun lebih ini banyak kejadian dan hal-hal yang tidak disangka-sangka, ,dan gw penasaran, apa yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya??
Continue reading Kisah Klasik dan Oleh-oleh dari Jerman

Tuesday, May 12, 2015

,

PART 1 - Arya Stark & Jaqen H'ghar (Perbandingan Film dan Buku Game Of Thrones - A Clash Of Kings)

Buku A Clash Of Kings yang saya punya berbahasa Inggris. Saya tertarik untuk membandingkan tokoh-tokoh di dalamnya dengan yang ada di film terutama Arya Stark dan Jaqen H'ghar because I SHIP THEM!
walopun agak aneh memang kalo nge-ship #JaqenxArya karena kesannya jadi pedobear wakakak! Tapi di film mereka terlihat oke saat bersama-sama.

Memang rata-rata dari semua film yang saya tonton dan Based from Books, detailnya tidak selalu sama. Mungkin untuk menipiskan budget atau tidak adanya aktor yang memiliki perawakan seperti tokoh yang ada di buku, karena buku itu kan asalnya fantasi, memang tidak ada di dunia nyata jadi para produser film menyiasatinya dengan menghilangkan beberapa detail tapi masih tetap dalam pakem alur cerita dari buku tersebut.

Di buku  A Clash Of Kings ini, saya hanya fokus pada cerita-cerita bagian ARYA saja untuk mengetahui detil ceritanya. Karena berbahasa Inggris dan ada beberapa kosakata yang saya tidak pahami, maka pembacaan ini dibantu oleh translate-an online wkwkwk.

Oke, kita mulai.

========================================================================
Pada bagian awal Arya di buku A Clash Of Kings ini, diceritakan saat-saat dimana dia melihat ayahnya, Ned 'Eddard' Stark dipenggal oleh Joffrey. Ia dibawa pergi oleh Yoren ke sebuah gang kecil dalam keadaan masih menangis. Yoren kemudian memotong rambut Arya untuk menyembunyikan identitasnya sebagai anak keluarga Stark.

Di film, rambut Arya (yang kemudian mengganti namanya menjadi Arry) berupa rambut pendek dengan kesan potongan yang asal-asalan. Tetapi yang tertulis di dalam buku adalah :

"... When Yoren had dragged her into that alley she'd thought he meant to kill her, but the sour old man had only held her tight, sawing through her mats and tangles with his dagger. She remembered how the breeze sent the fistfuls of dirty brown hair skittering across the paving stones, toward the sept where her father had died. "Now you hold still, boy." By the time he had finished, her scalp was nothing but tufts and stubble..."
Her scalp was nothing but tufts and stubble. Setelah saya terjemahkan kata Tufts dan Stubble, didapatkan arti yaitu "Kuncung" dan "Rambut Cepak". Setelah itu saya mencari melalui Google Images dan mendapatkan salah satu fanart yang kurang lebih sesuai dengan penjelasan dari buku.

Mari kita bandingkan.

Arya versi Film
Sumber : http://www.fanpop.com

Arya versi buku dari deviantart
Sumber : http://karniz.deviantart.com
Fanart-nya lumayan sesuai walaupun rambutnya masih terlihat panjang.

 Sedangkan untuk Jaqen H'ghar, kita semua tau pemerannya di film adalah si Seksi Tom Wlaschiha, aktor kebangsaan Jerman yang ganteng abis!

Di film, rambut dari Jaqen adalah merah maroon dan diberi 'high light' putih di sisi kirinya. Sedangkan di buku tertulis bahwa rambutnya berwarna setengah merah dan setengah yang lainnya putih, rambutnya juga bersinar-sinar.
"...But Jaqen H'ghar still smiled. His garb was still ragged and filthy, but he had found time to wash and brush his hair. It streamed down across his shoulders, red and white and shiny, and Arya heard the girls giggling to each other in admiration."
 Mari kita bandingkan.

Jaqen H'ghar di Film
Sumber : http://blog.bullz-eye.com

Jaqen H'ghar di buku
Sumber : http://awoiaf.westeros.org
Untuk dari segi cerita antara Arya dan Jaqen dalam buku A Clash Of Kings ini, ada beberapa adegan yang berbeda. Bagian cerita mereka berdua di dalam buku kayanya memang kalo di film-kan bakal mengundang protes dari orang-orang karena si Jaqen dalam buku Menurut saya agak terlalu 'dekat' dengan Arya.

Dekat dalam artian lebih ke Pedobear wakakka!!

ini saya kasi cuplikan cerita antara mereka :

"Arya was dreaming of wolves running wild through the wood when a strong hand clamped down over her mouth like smooth warm stone, solid and unyielding. She woke at once, squirming and struggling. “A girl says nothing,” a voice whispered close behind her ear. “A girl keeps her lips closed, no one hears, and friends may talk in secret. Yes?”
Heart pounding, Arya managed the tiniest of nods.
Jaqen H’ghar took his hand away. The cellar was black as pitch and she could not see his face, even inches away. She could smell him, though; his skin smelled clean and soapy, and he had scented his hair. “A boy becomes a girl,” he murmured.
“I was always a girl. I didn’t think you saw me.”
“A man sees. A man knows.”
She remembered that she hated him. “You scared me. You’re one of them now, I should have let you burn. What are you doing here? Go away or I’ll yell for Weese.”
“A man pays his debts. A man owes three.”
“Three? “
“The Red God has his due, sweet girl, and only death may pay for life. This girl took three that were his. This girl must give three in their places. Speak the names, and a man will do the rest.”
He wants to help me, Arya realized with a rush of hope that made her dizzy. “Take me to Riverrun, it’s not far, if we stole some horses we could-”
He laid a finger on her lips. “Three lives you shall have of me. No more, no less. Three and we are done. So a girl must ponder.” He kissed her hair softly. “But not too long.”
By the time Arya lit her stub of a candle, only a faint smell remained of him, a whiff of ginger and cloves lingering in the air. "

Perhatikan kalimat yang saya beri warna merah.
Kalo seandainya adegan itu ditaruh di filmnya entah bagaimana.. wakakkaa
Nggak bisa ngebayangin Tom Wlashicha beradegan begitu sama Maisie Williams.

Buat yang males baca, nih saya jelasin sedikit.
Jadi ceritanya Arya sedang asyik tidur, sedang enak-enak mimpi, tiba-tiba dibelakangnya ada yang berbisik ditelinganya, yang mana itu adalah Jaqen (Jadi posisi Jaqen di belakang Arya, kyaaaa..!!!) sambil ngomong-ngomong dialognya, Jaqen menaruh jarinya di bibir Arya untuk membuatnya diam, udah gitu sambil cium-cium rambutnya Arya lalu menghilang.

Kurang Pedo apa cobaaa?? wakakakk! *plaaakk

nantikan bagian 2 yang gak kalah serunya :)

Valar Morghulis!
Continue reading PART 1 - Arya Stark & Jaqen H'ghar (Perbandingan Film dan Buku Game Of Thrones - A Clash Of Kings)

Friday, January 17, 2014

Resensi Buku - Marriage Packages

Waktu lagi boring di kantor, gw buka-buka buku yang ada di perpustakaan umum  kantor gw. Dan akhirnya gw nemu satu buku bagus dengan judul “Marriage Packages”. Buku ini langsung menarik perhatian gw karena :
pertama, udah banyak kawan-kawan yang nanya ”kapan nikah?”, “Kapan mau nyusul gw?” “bla bla bla..?”
Kedua, perbincangan tentang pernikahan memang suatu hal yang sangat krusial (ceileh krusial..kaya tau artinya aja..wakakka)
Ketiga, sebagai anak yang orangtuanya bercerai, gw tentunya menghindari hal yang sama. Makanya entah kenapa gw sangat suka baca-baca buku macem begini untuk bekal ilmu.

Akhirnya, gw baca-baca sampai abis.
Berikut, gw coba buat resensi buku “Marriage Packages” ini.

Judul : Marriage Packages
Editor : Floriberta
Penerbit : Enigma Publishing
Halaman : 164 halaman

Pada pembukaan buku ini terdapat judul “We Are In Love” yang berisi kalimat-kalimat pasangan selebritis yang pernikahannya tetap hangat sepanjang waktu dari saat mereka bertemu. Beberapa diantaranya adalah David Beckham & Victoria Adams, Uma Thurman & Ethan Hawke, dan beberapa lainnya.

Tapi yang paling saya sukai adalah kalimat dari Cathrene Zeta Jones & Michael Douglas yaitu “Kata Cathrene : ‘saya sadar telah jatuh cinta padanya, ketika saya bisa tertawa seharian dan merasa nyaman’.” Yap! Rasa nyaman adalah hal yang paling utama dalam memilih pasangan.

Dalam buku ini ada 3 macam penjelasan. Gw jelasin secara umum aja ya, nanti kalo masih pada penasaran, silakan beli bukunya kkekekee *plak

Penjelasan pertama, jelas dari saat kita memilih pasangan, penjelasan kedua saat kita memutuskan untuk menikah dan penjelasan terakhir saat kita memutuskan untuk TETAP MENIKAH. Ya, tetap menikah. Itu yang jadi poin yang sangat penting bagi gw sebagaimana yang telah gw sebutkan diatas karena gw ingin menghindari hal-hal perceraian.

Gw kasi bocoran ya, di buku ini ada beberapa hal buruk untuk memulai sebuah pernikahan
1.      Usia . Banyak perempuan berpikir, ada sesuatu yang salah jika sudah melampaui usia tertentu tapi masih melajang. Sebagian merasa kesempatan menikah menjadi tipis atau mustahil, saat usia bertambah. Akibatnya, muncul rasa panik sehingga”terpaksa”menikah dengan seseorang yang sebenarnya kurang cocok dengan dirinya.
2.      Hasrat Seksual. Sebagian wanita bingung menerjemahkan antara hasrat seksual dengan keinginan menikah. Sehingga, menikahi pria yang ‘hanya’ membangkitkan gairahnya tanpa memperhitungkan factor lainnya.
3.      Perasaan hampa dan kesepian. Banyak yang mengira pernikahan bisa menjadi obat mujarab menghapuskan perasaan hampa dan kesepian. Boleh-boleh saja berharap seperti itu. Pada kenyataannya, kehidupan yang bermakna tidak otomatis dating setelah anda menikah.
4.      Ingin bergantung pada orang lain. Banyak perempuan menikah karena ingin didukung secara financial, emosional hingga status social. Sikap ini sebenarnya cerminan dari ‘kemalasan’ untuk hidup mandiri.
5.      Memecahkan persoalan. Setelah bertengkar hebat, ada beberapa pasangan justru memutuskan menikah. Menikah bisa dianggap bisa menutup lubang perbedaan. Kenyataannya? Belum tentu!
6.      Gengsi. “kapan dong menyusul?” sapaan yang muncul saat anda menghadiri pesta pernikahan teman ini, mungkin hanya basa basi. Tetapi, bila rekan susia anda kebetulan sudah menikah, tentu akan terasa begitu menohok juga. Karena merasa gengsi, anda pun buru-buru memutuskan menikah, padahal hati anda belum merasa mantap.

Di buku ini juga dijelaskan tentang berbagai macam masalah tentang kesuburan, fertility ato apalah itu cara nyebutnya ekekeke. Memang sebagian besar mindset yang tercipta saat anak tak kunjung hadir di tengah pernikahan adalah karena sang istri bermasalah. Namun ada kalanya sang suami yang harus menghilangkan ego nya dan pergi periksa kesehatan!

Jika masih penasaran dengan isi dari buku ini, bisa langsung menghubungi penerbitnya :
Enigma Publishing
Gedung YUI lt. 3 (Sayap Utara)
Jl. Karangmiri 17, Giwangan, Yogyakarta 55163
Telp/Fax : 0274-415757
Email : enigma_indonesia@yahoo.com

Demikian..
Akhir resensi ini gw kasi lirik lagu nya Celine Dion yang juga ada sebagai kutipan dalam buku ini..

…you give me eyes when I couldn’t see
You give me song when I couldn’t sing…
You give me strength when I couldn’t reach

You give me faith cause you believe…
Continue reading Resensi Buku - Marriage Packages