Saturday, September 23, 2017

#BracesDiary - Hari ke (???) - Bye Behel, Welcome Retainer

Halloo...
setelah sejak postingan terakhir gw, sebenernya masih rutin kontrol behelnya, tapi biasalah penyakit m.a.l.a.s jadi nggak gw update disini hihi.

dan akhirnya ada kabar baik!!!
Bulan ini alhamdulillah perawatan behel gw dinyatakan SELESAI!!

Sebagai catatan flashback singkat, gw pasang awalnya bulan Februari 2015. Cukup lama sih sebenernya. ada 4 gigi yang dicabut agar ruang rahangnya cukup karena gigi gw termasuk besar (dokterpun mengakui hihi) dan rahang gw kecil.

tepatnya tanggal 18 September 2017, satu set perangkat perawatan behel gw sudah dilepas. setelah itu permukaan gigi yang ada bekas lem nya di bersihkan.

setelah dilepas, rasanya aneh, karena mungkin mulut gw udah biasa ada jarak yang disebabkan oleh behelnya, setelah behel dilepas mulut gw langsung nyentuh gigi hihi. udah gitu rasa gigi ini ringan sekali. gw sampe kegelian.

setelah itu, tanggal 20 September baru deh gw kembali ke klinik untuk pemasangan retainer.

berikut ini rincian  biayanya sebagai gambaran buat kalian.

# Pelepasan behel, pembersihan bekas lem, pembersihan karang gigi = Rp. 300.000
# Pembuatan Retainer (saya pilih yang retainer Hawley) = Rp. 1.500.000
#Pembuatan duplikat cetakan gigi before-after = Rp 100.000
==========================================
Total : Rp 2.000.000

nah untuk retainer sebenernya ada beberapa jenis (bisa di google sendiri hihi), tapi gw pilih yang Hawley. kenapa??

karena retainer Hawley lebih fleksibel, bisa diatur ulang kalo-kalo suatu saat nanti gw males-malesan pakenya dan gigi gw relaps.

kalo retainer satunya emng lebih murah, sekitar 1jt-an tapi kalo gigi berubah bentuk, itu retainer gak bisa dipake lagi karena bentuknya sudah fix. kan eman2..

ini retainer yang gw punya

untuk pemakaian retainernya, kata dokter kalo lepas-pasang kan nggak efektif ya..
jadi dipakainya malam hari aja setelah yakin nggak makan lagi ato pas udah deket jam tidur.

berikut ini foto perubahan gigi gw


Alhamdulillah sudah selesai, semoga nggak ada keluhan tentang relaps haha

terimakasih bagi para pembaca dan komentator yang selalu setia pantengin blow dan postingan gw, semangat terus!!!
Continue reading #BracesDiary - Hari ke (???) - Bye Behel, Welcome Retainer

Monday, January 02, 2017

Cerita Tentang Jaundice (Sakit Kuning)

Sebelumnya sudah gw sebutkan di postingan terakhir bahwa anak gw divonis sakit kuning, karena kurang ASI dan belum sempat dijemur.

akhirnya Puskesmas merujuk ke RSI Hidayatulah untuk di cek lab.
Sore itu kami ambil nomor untuk pendaftaran, ternyata dokter anak yang sore hari itu sudah full, tapi oleh petugas disana kalo kami mau datang juga bisa karena siapa tau ada antrian yang kosong karena tidak datang.

Dari jam 6 sore kami menunggu ternyata baru tau kalau Dokter anak yang kami tuju sudah pulang. dan akan berganti dokter anak lain. Akhirnya suami mendaftar ulang dan syukurnya dapat nomor antrian walaupun  terakhir.

pemeriksaan dokter mulai dari jam 8.30, dan Anak gw mulai diperiksa pukul 10an malam kalo ga salah. Dokter menyarankan untuk tes lab.

Anak gw diambil darahnya, tapi yang masuk ke lab adalah ibu mertua karena gw takut dan ga tega.

Hasil test lab nya keluar 1 jam kemudian, ternyata jumlah bilirubin nya termasuk tinggi yaitu 14 padahal normalnya adalah 7.

Sempat khawatir, dan diberikan opsi oleh perawat apakah mau di opname dengan di terapi sinar, atau dibawa pulang dan perawatan sendiri. Akhirnya setelah minta saran ibu mertua, Anak gw diputuskan untuk opnam saja dengan berbagai pertimbangan diantaranya adalah saat itu bulan Oktober dan musim hujan sehingga matahari pagi sangat jarang nongol, dan juga karena kami pastinya belum tahu cara perawatannya.

jadi untuk lebih amannya kami serahkan kepada yang berkompeten saja yaitu Rumah Sakit.

Saat tau bahwa harus opname, suami langsung balik ke rumah buat ambil baju2 dan perlengkapan anak gw dan gw yang rencananya anak ikut menunggui. Tapi ternyata kalau terapi sinar itu hanya bayinya aja yang menginap karena nanti ditempatkan di ruangan khusus. Nanti sudah disediakan pakaian ganti dan perlengkapan. Kami cuma sedia Susu.

setelah anak gw dapet kamar yang mana itu adalah box khusus untuk terapi sinar, kami pun pulang.

untuk penyinaran sendiri dilakukan 12 jam sehari dan 6 jam setiap sesi nya.
karena anak gw masuk penyinaran jam 11 malam, keesokan paginya jam 5 penyinaran dihentikan, dan istirahat sebelum nanti jam 11 siang dilakukan penyinaran lagi sampai 5 sore dan begitu seterusnya.

Box untuk penyinaran

Erin di dalam box


yang bisa masuk ke ruang penyinaran hanya ibunya si bayi saja, jika ingin menyusui ditempat, mengecek persediaan susu formula apakah cukup, sekedar melihat untuk lepas kangen atau mengantar Susu jika ASI ekslusif. Dan kunjungan dilakukan di sela-sela waktu tidak sedang penyinaran.

anak gw opname 3 hari berarti ada 6 sesi penyinaran.

Dihari ke 2 saat gw dan suami sedang menjenguk, ada juga pasangan muda seperti kami yang datang untuk mengantar ASI buat anaknya yang juga sedang disinar.

Si Ibu terlihat masih belum pulih sepenuhnya dari pasca bersalin, setelah ngobrol-ngobrol dengan mereka, kami jadi tahu bahwa anak mereka juga baru lahir, via caesar karena bayi sulit keluar dan sudah mulai kekurangan oksigen.

Setelah lahir, 3 hari kemudian saat kontrol juga si bayi di vonis kuning juga, padahal ASI ibunya lancar, selalu diminumkan. Eehh terkena kuning juga dengan bilirubin 17.

Berarti banyak sedikitnya ASI yang didapat bayi nggak ngaruh dong sama kondisi bayi supaya gak kuning?
berarti memang sangat-sangat perlu dijemur.
Jadi buat kalian yang punya baby atau yang anak punya baby, jangan lupa selalu dijemur tiap pagi.

Alhamdulillah setelah hari ke 3, kadar bilirubin sudah turun, dan bisa dibawa pulang.
Continue reading Cerita Tentang Jaundice (Sakit Kuning)

Saturday, December 31, 2016

Cerita Tentang ASI dan Baby Blues Syndrome sampai Post Partum Depression

Kali ini gw akan berbagi mengenai saat-saat setelah anak gw lahir. Buka-bukaan aja yaa nggak ada yang harus ditutupi karena ini adalah kejadian apa adanya dan semoga bisa jadi pembelajaran bagi kalian viewers yang tengah membaca blog ini.

Begitu anak gw lahir ceprot, dia langsung diletakkan di dada gw, istilah medisnya IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Tapi gw mengalami suatu kondisi yaitu  inverted nipple, sehingga anak gw agak susah menyusui dan ASI gw  pun masih belum keluar.

Disinilah segalanya dimulai......

gw, Suami dan anak kami berdiam di Puskesmas tempat bersalin itu selama 3 hari 2 malam, karena gw melahirkan sehabis Isya dan perawatan pasca kehamilan harus 24 jam, sehingga seharusnya keesokan harinya sehabis isya gw bisa pulang, namun puskesmas tidak memulangkan pasien lewat dari jam 6 sore, akhirnya kami menginap semalam lagi.

Selama di puskesmas itu, gw merasa sangat lelah.
Keadaan badan belum pulih benar sehabis melahirkan, namun gw sudah dipusingkan dengan masalah ASI.


Anak gw menangis terus minta diberi makan, tapi apa daya, ASI gw belum muncul juga. Perawat sudah mengajarkan supaya gw mencoba untuk mengeluarkan puting gw dengan cara di tarik dengan Spet suntikan.

Kalian gak tau gimana pedihnya, gimana sakitnya.
yang keluar hanya darah-darah-dan darah.
yang pedih bukan cuma puting, hati gw juga sedih merasa bahwa gw belum-belum sudah nggak mampu untuk jadi ibu untuk anak gw.
Ibu macam apa yang memberikan hal sesimpel ASI pun nggak mampu.
tapi gw ga mengeluh, gw ga mau suami juga ikut kepikiran. Yang bisa gw lakuin hanya nangis di kamar mandi puskesmas dan mencoba menata hati tiap kali keluar dari kamar mandi itu supaya nggak ada yang tau karena gw harus bertemu banyak orang yang datang menjenguk.

 saat keluar dari kamar mandi dan menyapa tamu, hati gw sebenernya menangis saat setiap orang yang datang menanyakan kabar ASI gw udah keluar apa belum dan harus berkali-kali menjelaskan hal yang sama bahwa ASI gw belum keluar juga.

Selama di Puskesmas, gw udah minum suplemen penambah ASI, sudah dibeliin sambungan puting juga sama suami, dan selalu mencoba menyusui anak gw, tapi belum juga ada hasilnya. Hati gw makin teriris.
Bentuk sambungan putingnya, bisa dibeli di toko perlengkapan bayi.

Saat pulang kerumah, anak gw akhirnya diberi sufor, dan gw masih terus mencoba.
Hari ke 4 ada angin segar datang, ASI sudah mulai muncul tapi masih sangat sedikit cuma 1 sendok teh. tapi tetap gw berikan ke anak gw.

Hari ke 4 itu juga adalah jadwal kontrol, dan anak gw divonis Jaundice (sakit kuning) sehingga dirujuk ke Rumah Sakit, dan yang menjadi penyebabnya adalah kurang ASI. Disitu gw ngerasa bersalaaahh banget.

anak g dirawat 3 hari disinar. dan akhirnya boleh pulang.

lalu mulailah datang orang-orang  berkunjung kerumah untuk menengok anak gw, setiap tamu yang datang selalu bertanya kabar ASI gw. dan memberikan berbagai macam saran supaya ASI melimpah.
makan Marning lah, makan daun katuk lah, makan kacang-kacangan lah,

dan mereka para ibu-ibu itu juga bercerita betapa melimpahnya ASI mereka dulu, mungkin niat mereka berbagi pengalaman dan cerita, tapi bagi gw yang hatinya memang masih terguncang cerita-cerita itu hanya menambah luka.

Capek habis melahirkan belum lenyap, jahitan masih clekit-clekit, capek urus anak karena ini pengalaman baru, stress karena ASI, dan tekanan-tekanan batin lainnya membuat gw pun terkena sindrom baby blues

Tiap sore, sehabis mandi gw pasti menangis.
lagi-lagi hanya gw pendam sendiri.
Saat sedang berdua dengan anak di kamar, gw juga nangis sambil berusaha mompa ASI gw yang keluarnya pun ga seberapa.
Pompa ASI yang dibelikan ibu mertua tercinta

Tamu yang berkunjung selalu ada dan pertanyaan selalu sama, lalu setiap gw ketemu orang pasti yang ditanya juga sama. Saat itu gw bener-bener stress tapi tetap keukeuh nggak mau berbagi dengan suami.

Sampai akhirnya gw ada di satu titik dimana gw ga tahan lagi.
gw merasa nggak mampu jadi ibu yang baik, gw mencoba bunuh diri.. (jika ada keluarga yang baca ini blog mungkin bakal kaget, tapi emang beginilah)

Gw mencoba menabrakkan diri ke kendaraan lain saat sedang naik motor dalam perjalanan menuju Puskesmas untuk kontrol jahitan. Tapi sebelum itu terjadi, akal sehat gw kembali mengambil alih kesadaran tubuh ini.

dan suatu sore, saat gw pulang ke rumah Kuncen, disana gw juga nangis dan akhirnya cerita ke bulik (tentunya cerita bunuh diri nggak gw ceritain), pulang dari Kuncen gw juga langsung aja nangis ke Suami saking beratnya beban yang gw usung di pundak.

setelah itu gw jadi agak plong tapi masih belum stabil, hari-hari berlalu dengan menyambut tamu dan kembali harus menjelaskan keadaan diri dan tubuh ini, rasanya sangat tidak nyaman tapi apalah daya.
gw cuma berharap situasi ini segera berakhir.
Tiap tamu pulang, gw nangis.
begitu terus.

lama-kelamaan gw bisa menerima dan mejadi tenang,
Gw pikir sudah berakhir dan gw tidak kena Sindrom Baby Blues itu.. Ternyata dia bersembunyi.

Beberapa saat yang lalu, anak gw kena kolik karena susu formulanya nggak cocok.
lagi-lagi perasaan depresif dan suicidal itu muncul,
lagi-lagi gw ngerasa nggak mampu jadi ibu buat anak gw, dan berfikir lebih baik gw mati aja.
Ngeliat pisau di dapur udah gw samber tapi lagi-lagi pikiran waras gw mengambil alih kembali.
ternyata gw udah sampai pada tahap Post Partum Depression.

gw akhirnya nangis lagi di suami.

beberapa kesalahan gw dalam menghadapi problem ini adalah, gw nggak terbuka. Gw pendam semua sendirian akhirnya tertekan.

Jika kalian juga ada yang menghadapi masalah yang sama, segera hubungi psikolog.
atau yang lebih gampang adalah berbagi.
gw bisa dibilang masih mendingan karena gw berbagi cerita dengan Dinny dan Sherly, sobat gw.
entah apa yang terjadi kalo gw sama sekali nggak curhat ke mereka, mungkin sudah tidak ada akal sehat yang mencegah perbuatan diatas.

Dan untuk kalian para ibu2 yang diberikan ASI lancar, tolong hargai perasaan kami, cerita-cerita kalian hanya menyakiti hati kami, bukankah lebih baik kalian membantu kami, menyemangati kami para ibu yang kurang beruntung ini, bukannya malah men-judge kami malas, kami nggak mau payudara kendor, kami beginiah begitu lah sampai membuat statement bahwa belum jadi ibu kalau belum menyusui.
hedeehhh

tolonglah, kalian ga tau apa yang kami alami dan rasakan serta perjuangan kami.
simpan rasa jumawa dan sombongmu untuk dirimu sendiri. Berikan kami hanya support mu saja.



Continue reading Cerita Tentang ASI dan Baby Blues Syndrome sampai Post Partum Depression

Friday, December 30, 2016

Cerita Pengalaman Saat Melahirkan Anak Pertama

Mumpung ada kesempatan buat ngeblog, gw mau ceritain tentang pengalaman gw saat melahirkan anak pertama gw. Pengalaman yang mungkin bikin bikin sedikit 'ngeri' untuk nambah anak haha..
Nggak ding, untuk saat dalam waktu dekat ini emang nggak berniat nambah anak, tapi who knows beberapa tahun kedepan ada rejeki lagi dari Allah dan dipercayakan untuk punya anak lagi.

Ada rasa khawatir juga dulu, takut kalo gw nggak bisa punya anak karena sedari kecil kan gw demen banget sama yang namanya kucing, tidur bareng, main bareng, gw cium-cium. Dan betapa getolnya orang-orang disekitar melarang-larang supaya nggak terlalu deket sama kucing.

Tapi dalam hati gw, selain ada rasa takut itu gw juga serahin semua sama Allah, karena dia nggak mungkin menciptakan sesuatu tanpa suatu tujuan tertentu yang tentunya baik bagi hamba-Nya.

Oke kita mulai aja.

Saat itu malam jam 10 tanggal 23 Oktober 2016, gw yang saat itu udah mau tidur kan seperti biasa pipis dulu, eehh ternyata ada darah dan flek coklat di celana dalam gw, panik dong!
langsung gw bersih-bersih, ganti daleman lalu bangunin Suami yang udah tidur dengan nyenyaknya, langsung dia ngangkut tas yang sudah kami persiapkan berisi baju dan popok serta perlengkapan untuk bayi dan gw. Lalu dia turun ke lantai 1 dan bilang ke ibu.

Saat itu Mertua dan adik ipar baruuuu aja pulang dari Kopeng, akhirnya mobil dikeluarin lagi dan dengan disupiri adik Ipar kami langsung cuss ke Puskesmas Tegalrejo yang ada di jalan Magelang KM 2 dari rumah kami yang ada di jalan Wonosari KM 8. Super sekali ya jauhnya! Adik Ipar gw emang super nyetir bolak balik begitu, pastinya cuapeekk.

Itu karena gw pake BPJS Mandiri, dan Puskesmas Tegalrejo adalah rekanan Faskes 1 gw yang sebenernya ada di Puskesmas Wirobrajan (karena KTP gw  dan suami Jogja).

Selama diperjalanan menuju ke TKP, gw nggak ngerasa ada kontraksi yang menyakitkan, dan dalam pikiran gw "wah cuma segini mah gampang.. i got this!!" dan besoknya akan gw  sesali telah sesumbar seperti itu wahaha

Sampe disana gerbangnya tutupan! suami lalu membangunkan orang yang kebetulan sedang tidur di dalam. setelah masuk, langsung naik kelantai 2.

Itu yang ijo ijo ruangan tindakan untuk tempat lahiran.
Gw masuk keruang tindakan, disana diperiksa dalam ternyata masih belum ada bukaan, perkiraan dokter paling 2 hari lagi karena ini anak pertama. akhirnya balik pulang lagi.

Saat sampai dirumah baru mulai ada rasa-rasa kontraksi. Gw itungin terus tuh katanya kan makin lama jaraknya makin dekat. Jam 7 pagi akhirnya kembali lagi karena jarak kontraksinya udah semakin dekat. Tapi pagi ini kami menuju RS Pratama, karena lebih relatif dekat dari rumah dan otomatis BPJS nggak bisa dipake karena Faskes 2 kami ada di RSI Hidayatullah.

setelah diperiksa ternyata baru bukaan 2 dan kebijakan dari BPJS bahwa kalo belum bukaan 4 ato ada indikasi medis, nggak bisa ke lain faskes.

akhirnya kami terusin perjalanan lagi kembali ke Puskesmas Tegarejo, dan gw kembali masuk ruang tindakan. Nggak lama datenglah Bulik gw beliau dan Suami ah yang menemani saat gw melahirkan.

waktu demi waktu berlalu, rasa kontraksiya makin kenceng.
gw pake aplikasi pencatat kontraksi
dan dapat dilihat dari screenshoot diatas bahwa pukul 14.21 adalah  saat terakhir gw mampu mencatat jarak kontraksi, karena setelah saat itu, gw udah ga bisa tahan rasa sakitnya. Rasanya bener-bener udah kaya mau mati.

Kalo misalnya kalian tanya sama ibu-ibu gimana rasanya melahirkan, mereka bakal cuma bilang sakit seperti kalo saat kram mens. But I'll Tell you, rasanya kaya mau mati!!!dan kalo kalian sangka rasa sakit dan mules nya ada di perut, kalian salah!!

sakitnya ada di pinggang, pinggul dan punggung! kalau bisa gw gambarkan, seperti dipatahkan lalu disambung dan dipatahkan lagi.

No wonder kalo disebutkan bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu, dan jika meahirkan maka terhapus semua dosa sang ibu dan ketika meninggal saat melahirkan maka dihitung jihad.. karena rasanya memang benar-benar super!

Oh iya sedikit catatan, selama hamil gw jarang jalan pagi, nggak pernah ikut kelas hamil ato senam hamil. Jadi gw sama sekali cuma berbekal dari nonton via Youtube.

Saat mau melahirkan itu, gw didatangi mahasiswa S2 yang sedang penelitian dan meminta ijin untuk gw jadi narsum nya. Penelitiannya adalah tentang teknik pemijatan yang mempercepat kelahiran. Gw setuju dan pada bukaan ke 6 atau 7 ya, mereka mulai teknik pemijatannya, walaupun nggak mengurangi rasa sakit kontraksi, tapi sangan membantu untuk relaks.

Selama proses melahirkan itu, suami dan bulik nggak henti-henti memijit dan mengelus punggung gw, pada bukaan ke 8 kalo nggak salah, mbak PPL yang mendampingi, gw cengkram tangannya saking gw gak tahan sakitnya haha (maaf ya mbak PPL)

akhirnya ketuban pun pecah, rasanya kaya ada air diisikan di balon lalu pecah.

Mbak PPL lapor ke dokter jaga, kira-kira ada 3 bidan senior, 4 mahasiswa PPL dan 1 dokter yang menemani kelahiran.

Perjuangan dimulai!

mereka menyemangati untuk mengeden saat rasa kontraksinya tiba.
berkali-kali gw  diingatkan supaya jangan angkat pantat dari ranjang karena bisa menyebabkan robekan panjang.

Tapi namanya orang melahirkan boo!! sakitnya RUAARR BIASAA!! semua nggak ada yang bisa gw ingat lagi. Ada saatnya mereka melarang supaya jangan mengejan, tapi gw tetap lakukan dan itu tanpa sadar lho!

Suami saat itu diminta untuk naik juga ke ranjang di bagian atas dan bersila untuk menggantikan bantal gw

sudah terlalu lama, saat kontraksi dan berkali-kali saya salah bernafas. Kontraksinya pun pendek-pendek, akhirnya dokter menyarankan memberi infus yang berisi induksi, dan saya merubah posisi menjadi berbaring menyamping.

Yak! menyamping!

baru tau bahwa ada proses melahirkan dengan menyamping begini..

gw ngedan lagi, kepala baby nya sudah mulai terlihat, dan gw diminta kembali ke posisi berbaring normal dan kembali mengejan lagi. Gak berapa lama, kepala si baby pun nongol dan dibantu tarik oleh dokter lalu segera diletakkan di dada saya untuk IMD. Saat itu pas selesai Isya dengan berat 3,4 Kg dan panjang 49cm
Saat itu suami dan bulik diminta keluar dulu sementara gw dijahit.

Jahitannya banyak men! dari atas sampai bawah dari luar dan dalam. gw juga disuntik di paha kiri dan kanan kalo gak salah vitamin K dan satu lagi entah apa gw lupa haha!

Sesaat setelah dilahirkan dan dibersihkan

sedang diberikan suntikan dan tetes mata
Alhamdulillah si baby lahir dengan selamat, sehat dan cantik!
ia kami beri nama FREESIA ERIN AMARTHA.
FREESIA adalah nama bunga yang dijuluki bunga paling harum sejagad
ERIN adalah gabungan nama kedua neneknya (Endang mama saya, RINi ibunya suami)
AMARTHA adaah nama belakang suami saya

kami teah resmi menjadi orang tua dan mulailah perjalanan panjang untuk merawat, membesarkan serta mendidiknya.

Semoga Erin menjadi anak yang berbakti kepada ortu, beragama, berguna bagi nusa bangsa dan menjadi anak perempuan yang tangguh setegar karang.
Continue reading Cerita Pengalaman Saat Melahirkan Anak Pertama

#BracesDiary - Hari ke 658 - Gigi pada Relaps (OH NOOO!!)

Relaps, adalah suatu keadaan yang sangat menyebalkan bagi para pengguna Behel seperti gw. Kalo kalian cari penjelasan di Google tentang gigi relaps ada banyak penjelasannya, tapi intinya adalah Relaps itu suatu keadaan gigi yang berubah saat setelah atau selama masa pemakaian behel dikarenakan banyak faktor.

Nah, kalo pada kasus gw, gigi ini relaps karena selama hamil kemarin gw nggak kontrol behel ini sejak dari kehamilan ke 7 Bulan, padahal ada beberapa bracket yang lepas. Karena ahang atas sudah di fiksasi, gw jadi agak-agak males, apa lagi jarak klinik dokter gigi gw lumayan jauh dari rumah, dan nggak memungkinkan untuk meluncur kesana saat perut sedang "mblendung" haha

Alhasil gigi seri rahang bawah ada yang turun, dan gigi geraham juga ada yang masuk kedalam.

Gara-gara relaps ini, akhirnya harus ngundur deh jadwal pelepasannya, seharusnya buan ini eike sudah copot behel

Kontrol berikutnya naikin ukuran kawat niti dulu, abis itu difiksasi rahang bawah, baru deh lepas behe.. hedeeehhh


pokonya kalian yang sedang perawatan jangan sampe malas kontrol ya!
Continue reading #BracesDiary - Hari ke 658 - Gigi pada Relaps (OH NOOO!!)

Thursday, June 23, 2016

#BracesDiary - Hari ke 479 Fiksasi Rahang Atas

Hola readers!
Maafkeun gw udah hampir 5 bulan nggak memposting perkembangan gigi gw karena banyak kesibukan di dunia luar.
Terutama kehamilan pertama gw ini yang bikin mau ngapa-ngapain jadi males hehe.. minta doanya yaa biar lancar sampe lahiran nanti, Aamiin!

Oke lanjuttt..
Jadi semalem gw udah kontrol lagi nih, sebenernya harusnya dari seminggu yang lalu tapi ternyata dokter gw juga sedang hamil, jadi beliau sering kurang enak badan.. baru masuk bulan ke 3 katanya hihi.. waktu di ruang tindakan, kita malah bertukar info tentang kehamilan.

Karena gigi gw udah rapet semua sehabis pencabutan kapan lalu itu, sekarang saatnya masuk ketahap berikutnya yaitu "fiksasi".
Apa itu fiksasi??
kalo dari penjelasan singkat Bu Dokter, Fiksasi adalah suatu tahap dimana saat keadaan gigi sudah mulai rapi, gigi ditahan dalam posisi itu jadi intinya udah gak pake tarik-tarikan lagi dengan karet rantai maupun power O. fiksasi juga memungkinkan untuk tulang-tulang yang ada di sekitar mulut, rahang dan kepala untuk membiasakan diri dan untuk mempermudah proses penyembuhan, karena saat proses penarikan dulu kemungkinan ada tulang yang terluka..nah pada masa fiksasi inilah mereka bisa menyesuaikan diri kembali.

Kali ini rahang atas dulu yang di fiksasi, sedangkan rahang bawah masih dipasangi karet power O.

tampak samping kanan

Tampak samping kiri

Tampak samping kiri 2

rahang bawah

Rahang atas

Depan mangap

Depan mengatup
Setelah pencabutan 4 gigi kemarin memberikan ruang yang cukup untuk gigi gw kembali terseskontruksi.
kata bu dokter, nantinya tulang pipi akan terlihat lebih menonjol, pipi lebih tirus.. (iya kalo berat badan setelah hamil ini bisa turun wahaha)

oke segitu dulu update kali ini..
maaf yaa lama banget nggak update sampe diprotes hihi :D


Continue reading #BracesDiary - Hari ke 479 Fiksasi Rahang Atas

Thursday, January 28, 2016

#BracesDiary - Hari ke 342 Akhirnya Kontrol Lagi..

Hola Mi Amigos dan para pembaca tersayang.. Akhirnya setelah sekian lama gw kembali bisa posting perkembangan gigi gw setelah di Behel nyaris satu tahun yang lalu.

Hari ini Kamis 28 Januari 2016 adalah hari ke 342 gw memakai behel. Seharusnya gw udah kontrol gigi ini sejak 3 minggu yang lalu, tapi ada aja yang bikin gw gagal berangkat.

Dokter gw sempat sakit 2 minggu tapi Alhamdulillah beliau tadi akhirnya bisa menangani gigi gw, saat gw tanya tadi dia udah berasa enakan.

Oke langsung aja ini dia perkembangan gigi gw di hari ke 342

Tampak Depan
Tampak Depan Mangap
Tampak Depan Senyum
Tampak Samping Kiri
Tampak Samping Kanan
Yak demikian update tentang gigi gw sampai sekarang. Alhamdulillah perubahannya sangat terasa, kalian bisa membandingkan dengan postingan-postingan sebelumnya terutama saat gw belum pasang behel ini.

Sampai ketemu di Update berikutnyaaaaaa...
Semoga bisa jadi inspirasi.
Continue reading #BracesDiary - Hari ke 342 Akhirnya Kontrol Lagi..

Wednesday, December 23, 2015

#BracesDiary - Hari ke 305 Mulai Tarik Gigi Seri

Hari ini walopun gw sedang dalam masa pingitan sebagai calon manten, tapi urusan gigi ini harus selalu jadi yang utama!
Akhirnya sore tadi gw pergi buat kontrol.

Kontrol kali ini adalah tahap penarikan gigi depan, karena seluruh gigi taring sudah sempurna melekat pada gigi geraham kedua setelah gigi geraham muda yang beberapa saat yang lalu dilakukan tindakan pencabutan.

ini foto-fotonya.

Tampak depan

Tampak samping Kiri

Tampak samping kanan

Samping kanan mangap

Samping kiri mangap

rahang bawah

Tampak depan agak mangap
Nah! ada yang berbeda dari pemasangan karet rantai kali ini dengan saat terakhir kontrol, dibawah ini adalah perbedaannya.
Pada gambar nomer 1 bisa kalian lihat bahwa urutan paling ujung luar dari karet rantai dipasang pada gigi taring. sedangkan pada gambar kedua, ujung karet rantainya sudah dipasang pada gigi seri kecil yang mana fungsinya untuk menarik keempat buah gigi barisan depan.

Tadi kata bu dokter kemungkinan besar 2 bulan sudah sempurna, sehingga bisa dilakukan langkah selanjutnya. Alhamdulillah sudah 10 bulan gw memakai behel ini dan dengan perubahan yang signifikan.

sampai jumpa di postingan selanjutnyaaa
Continue reading #BracesDiary - Hari ke 305 Mulai Tarik Gigi Seri

Thursday, December 10, 2015

#BracesDiary - Hari ke 292 Perkembangan Penarikan Gigi Taring

Hola mi amigos~!
lama tak update karena gw sedang banyak pikirian nih, mikirin nikahan whihihi!
any who~~~~~ mari kita liat perkembangan pergerakan gigi saya sampai hari ke 292 dalam belenggu behel ini udah sampai mana.. cekidot!

Tampak depan
 bagian depan udah lumayan rapi dibandingkan saat sebelum memakai behel, gigi seri yang di depan masih miring.

Tampak samping kiri


Tampak Samping Kiri mangap

untuk tampak samping kiri dan kanan, seperti di postingan sebelumnnya, sekarang adalah masa-masa dimana gigi taring gw ditarik dibelakang. terlihat jarak sudah semakin terlihat untuk ruang penarikan keempat gigi depan.. aseekk

Tampak Samping kanan

Tampang samping kanan mangap

Sama seperti sebelah kiri, bagian samping kanan juga sudah mulai terlihat pergerakannya. untuk itu dibawah ini gw kasi liat perbandingannya untuk mengecek perubahannya.
Semoga bulan ini sudah bisa ditarik mundur deh, biar cepet selesai perawatannya.

yuk lanjut ke foto berikutnya.
Tampak Rahang Atas

Tampak Rahang Bawah
perubahannya memang nggak drastis, semua ada prosesnya..
ada rasa sakitnya, belum lagi pusing kepalanya..
inget saat pertama pake sampai nggak bisa makan selain nyeruput bubur pake sedotan, hahaha.

tapi semua ada masanya untuk jadi lebih baik.
nggak ada yang instan, no pain no gain.

Gimana? mau pasang behel juga? :)
Continue reading #BracesDiary - Hari ke 292 Perkembangan Penarikan Gigi Taring

Friday, November 06, 2015

#BracesDiary - Hari ke 257 Penarikkan Gigi Taring

Hola! sudah lama nggak update nih.
Terakhir kali gw posting adalah tentang pencabutan gigi gw, dan sebenernya udah 3 kali kontrol nih sejak bulan Agustus sampai awal November ini, tapi gw kemaren males-malesan mau posting haha!

yuk kalo gitu lanjut aja liat perkembangan gigi gw di hari ke 257 ini.
tampak depan

tampak samping kiri

tampak samping kanan

deretan bawah

deretan atas

taring yang ditarik

taring yang ditarik

saat rahang mengatup
sekarang adalah tahap penarikkan gigi taring kebelakang sehingga ada ruang untuk membawa mundur gigi depan saya yang sekarang masih terlihat maju. setelah keempat taring menempel erat ke geraham belakang, lalu semua gigi depan ditarik mundur bersamaan..

kira-kira kalau pergerakannya seperti ini terus, tahun depan sudah bisa dicopot nih.. semoga aja..
tapi setelah copot behel nanti harus lanjut pakai retainer supaya giginya gak balik acak-acakan..
Continue reading #BracesDiary - Hari ke 257 Penarikkan Gigi Taring